ETIKA POLITIK

Maret 14, 2009

Etika

Etika merupakan pelajaran sistematis mengenai persoalan-persoalan yang paling utama dan terutama dari tindakan manusia (human conduct). Di dalamnya terkandung hal yang bersifat universal, – yang membedakannya dengan sopan santun yang kebanyakan bersifat lokal (misalnya cium tangan/sujud, dll.).

Ada 2 (dua) kata kunci yang perlu dan tidak dapat dilepaskan dalam upaya memahami etika., yakni karakter[2] dan kebiasaan[3]. Di dalam kedua kata itulah termaktub pelbagai pengertian dan perumusan mengenai etika. Jika pengertiannya lebih menekankan pada tingkah laku manusia maka akan dikatakan etika itu adalah pengetahuan mengenai perilaku : ethics is the science of behaviour (Emil Bruner: The Divine of Imperative, 1947, P. 83). Jika kecenderungannya pada nilai-nilai yang membentuk kepribadian (karakter), maka etika akan disebut sebagai ajaran menyangkut karakter manusia (doctrine of human character).

Tidak berbeda dengan pengertian di atas, Jongeneel, salah satu pakar Etika yang cukup dikenal di Indonesia, merumuskan bahwa etika adalah ajaran yang baik dan yang buruk dalam pikiran, perkataan dan perbuatan manusia dan masyarakat (Jongeneel: Hukum Kemerdekaan I, 1980. h. 10). Hal itu lebih diperluas lagi oleh pakar lain yang mengatakan bahwa bukan hanya soal baik dan buruk, tetapi menyangkut persoalan benar dan salah. Apa yang baik di dalam semua tindakan baik?, apa yang buruk di dalam semua tindakan yang salah dan jahat? apa yang benar dan apa yng membuat tindakan yang benar itu benar, apa yang salah dan apa yang membuat tindakan itu salah?, dan mengapa yang benar ditemukan dalam apa yang baik? (Niebuhr: Faith and Ethics, 1957. p.120).

Dalam pertanyaan-pertanyaan di atas sudah tergambar muatan yang sesungguhnya dari etika itu. Namun belumlah cukup. Satu perkataan lain yang sangat akrab di telinga manusia masih diperlukan, yakni: moral[4]. Niebuhr dengan tandas mengatakan bahwa moral sangat memainkan peran dalam etika. Menurutnya keberadaan moral (moral existence) merupakan keberadaan pribadi (personal existence). Masih menurut Niebuhr, dasar dari sebuah keputusan moral adalah hati (reason of heart) dari orang yang sungguh-sungguh. Pengutamaan moral itu, bagi Niebuhr, adalah juga disebabkan pemahamannya bahwa tidak ada alat yang lebih besar bagi penyamarataan kehidupan yang membuat manusia setara (equal), kecuali moral. Dalam relasinya dengan keagamaan, Niebuhr juga melihat kerusakan moral berkaitan dengan dosa, yang dari dimensi religius dikatakannya sebagai pemberontakan terhadap Allah dan upaya untuk menduduki secara paksa tempat atau kedudukan Allah. Kerusakan moral karena dosa, dari dimensi sosial adalah ketidakadilan.

Kata absolutisasi, menjadi suatu pokok tersendiri untuk memasuki wilayah politik dari dimensi etika itu. Semua mengetahui dan mengakui bahwa tidak yang absolut di dunia ini. Satu yang tunggal, yakni Allah pencipta semesta itulah yang absolut. Jika kerusakan moral terjadi dan manusia mencoba dengan paksa untuk menduduki tempat (kedudukan) Allah, maka manusia membuat dirinya absolut, menjadi penafsir tunggal kebenaran atau hukum dan menjadi kebenaran dan hukum itu sendiri. Inilah yang disebut absolutisasi kebenarannya sendiri. Dan, di dalam proses manusia merebut paksa dan kemudian mempertahankan kedudukan yang dimiliki Allah itu, dimensi sosial akan menunjukkan kenyataan yang dipenuhi pelbagai ketidakadilan di segala bidang kehidupan.

Politik

Perkataan yang berasal dari kata Yunani, Po’lis diartikan kota (city). Dalam perkembangan berikutnya kota-kota memperluas diri atau menyatukan diri dan kemudian disebut negara. Sebagai ilmu, politik merupakan analisa tentang pemerintahan, proses-proses di dalamnya, bentuk-bentuk organisasi, lembaga-lembaga dan tujuannya (William Ebenstein; Political Science, 1972. p.309). Dalam bentuk yang lebih operasional, politik merupakan pembuatan keputusan yang dilakukan masyarakat; suatu pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan-kebijakan publik (Joice &William Mitchel; Political Analysis and Public Policy, 1969. p. 4).

Politik jelas akan berbicara tentang pengaturan menyangkut hajat hidup manusia, kepentingan masyarakat, termasuk kepentingan kelompok-kelompok di dalamnya. Dalam perspektif ini, kebutuhan mengenai peraturan, pengatur dan pelaksana (pemerintah) adalah sesuatu yang tidak tertolak. Dalam melaksanakan tugasnya, pemerintah pada tiap negara jelas membutuhkan dan sekaligus akan mengeluarkan pelbagai kebijakan publik sesuai dengan programnya. Berdasarkan kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan itu, muatan atau warna politik dari suatu pemerintahan akan terbaca.

Tidaklah salah jika dikatakan bahwa tiap kebijakan atau peraturan yang keluar dalam suatu negara, merupakan produk politik dari rezim yang sedang berkuasa. Di sinilah titik krusial dari politik itu. Sebab, subjektivitas tidaklah dengan sendirinya hilang, bahkan sering dapat mencuat manakala kekuasaan membesar pada seseorang atau sekelompok orang. Paling tidak, para penguasa akan mempengaruhi rumusan dan muatan dari suatu kebijakan publik atau peraturan yang keluar pada masa pemerintahannya, baik itu mengenai ekonomi, hukum, lingkungan hidup, pendidikan dlsbnya.

Dalam sejarahnya, sebagaimana asal kata itu, Yunani merupakan kiblat dari dari ilmu politik. Namun, sejarah juga tidak bisa mengabaikan konstribusi Yahudi dalam proses-proses politik itu sendiri. Gagasan-gagasan awal mengenai persaudaraan manusia (brotherhood of man) dan konsepsi tentang dunia yang satu (one world) sangat memberi inspirasi dalam lintas pemikiran politik. Banyak yang mengaitkan hal itu dengan lahirnya pemahaman monoteisme Alkitab, terutama Perjanjian Lama.

Dalam arus gagasan yang demikian, pemaknaan koinonia dari tri-tugas gereja, jelas memiliki kesejajaran dengan pengertian po’lis itu. Bedanya adalah fundamentalnya, antara persekutuan yang didasarkan keyakinan terhadap Yesus Kristus dan persekutuan yang diikat secara politis kebangsaan, kerajaan atau bentuk2 lain. Inti makna yang dapat dilihat adalah bahwa po’lis atau politik itu adalah penataan kehidupan sekelompok manusia ke arah yang mereka kehendaki. Sementara koinoia terhisab ke dalam pewujudan kehidupan yang dikehendaki Allah, bagi kesejahteraan dan sukacita segenap ciptaanNYA.

Etika Politik

Arena politik merupakan ruang yang sangat memungkinkan bagi pemberlakuan syalom Kerajaan Allah, tetapi sekaligus juga menjadi wilayah yang sangat terbuka bagi terjadinya pemberontakan terhadap Allah. Status Absolut yang merupakan prerogatif Allah semata dan tidak terbagi terhadap siapapun , ternyata dalam sejarah bisa ditarik dan diambil paksa oleh manusia. Namun, selalu ada konsekuensi dari sikap pemberontakan itu, yang selalu merugikan pihak manusia, termasuk orang-orang yang saleh.

Kita dapat melihat kekerasan hati Fir’aun (absolutisasi) yang berujung pada pemberontakan. Kita tidak disodorkan Alkitab jumlah korban, baik fisik material maupun jiwa. Hitler dengan keyakinan Arianisme (absolutisasi) mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang, termasuk orang-orang yang saleh. Termasuk juga diktator-diktator di negara-negara berkembang yang memakan anak-anak bangsanya. Sayangnya, Indonesia tidak sanggup membuktikan berapa banyak korban diktatorisme (absolutisasi) Soeharto melalui pengadilan.

Etika politik sesungguhnya berbicara pada tataran nilai tentang negara dan proses-proses yang manusiawi di dalamnya. Kesadaran tentang keberdosaan manusia dan kecenderungannya untuk menjadi ilah, membuka kesadaran perlunya batas-batas etis menyangkut proses dan perilaku politik dalam suatu negara. Karena itu politik tidak bisa dibiarkan berjalan begitu saja, hanya sekadar diurus orang-orang tertentu atau diserahkan kepada para politisi semata.

Lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat, terutama kelompok-kelompok kepentingan, termasuk lembaga keagamaan, merupakan kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi kebijakan publik atau keluarnya suatu peraturan.Lembaga-lembaga yang ada itu dapat mendengar dan menyalurkan pelbagai keprihatinan dan aspirasi yang ada di tengah-tengah sekelompok masyarakat untuk menekan penguasa memberi perhatian atau mengeluarkan kebijakan pada tuntutan masyarakat tersebut.

Keterlibatan politik secara kritis (critical engagement) dari lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok kepentingan dalam masyarakat akan menjadi sarana dan alat yang sangat efektif untuk mengontrol segala tingkah pongah penguasa dan dengan itu batas-batas etis kekuasaan yang layak tetap terjaga. Upaya-upaya melakukan kritik, menekan pemerintah dan melakukan kontrol, jika dilakukan secara berkesinambungan dan terhormat, jelas akan membiasakan suatu bangsa atau negara hidup dalam keseimbangan yang terukur. Juga, pemerintah akan dididik untuk tunduk pada yang seharusnya.

Pendidikan politik suatu bangsa akan berjalan dengan baik di dalam dan melalui proses kesadaran kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat untuk terus menerus membiasakan diri melakukan kritik dan kontrol terhadap proses politik yang sedang berjalan. Suatu bangsa atau negara, yang berjalan dalam situasi demikian, akan membiasakan dirinya terbuka dan siap melakukan perbaikan. Di samping itu, politik tidak akan menjadi suatu potret seram yang menakutkan, tetapi sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja. Kritik tidak akan dianggap sebagai ancaman, dan para pengritik tidak diperlakukan sebagai musuh.

Perubahan-perubahan yang dilakukan penguasa terhadap kebijkannya yang salah atas desakan masyarakat merupakan pendidikan politik yang paling baik. Dengan itu akan lahir kebiasaan-kebiasaan yang positip yang pada akhirnya akan berujung pada suatu karakter politik yang terbuka dan mau berubah ke arah yang lebih baik dan maju. Kebiasaan-kebiasaan baik yang berjalan dalam pemerintahan itu, akan menjadi etika politik suatu bangsa.

Persfektif Alkitab

Usahakanlah kesejahteraan kota (baca: po’lis, politik)… dan berdoalah untuk kota (po’lis, politik) itu (Yeremia 29:7). Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita hidup tenang dan tentram dalam segala kesalehan dan kehormatan (1 Tim 2:1-2).

Gereja di utus ke dunia, ditugaskan ke dunia untuk menggenapkan firman Allah, memproklamasikan Injil Yesus Kristus (Mat. 28:19-20, Mark. 6:15, Luk. 4: 18-19) dan tidak diperintahkan untuk mencari surga. Dalam bahasa realita kontekstual saat ini, Gereja diutus untuk menyampaikan kabar baik bagi orang-orang yang busung lapar, berita pembebasan bagi para buruh, nelayan, petani yang dijerat (tawanan) para pemodal, pendidikan bagi orang-orang pinggiran yang tersisihkan (buta) dan orang-orang tergusur (ditindas).

Semua yang di atas adalah muatan dan realitas politik yang sesungguhnya dan tidak ada satupun yang dapat dilewatkan begitu saja. Lebih tandas lagi: mewujudkan Kerajaan Allah di dunia dalam naungan syalomNYA. Untuk mewujudkan hal itu, Gereja tidak mungkin melepaskan diri dari persoalan-persoalan politik. Apalagi cirri dari syalom itu adalah: kesejahteraan, keadilan, kejujuran, kebenaran dan ketertiban, bagi seluruh ciptaan (integrity of creation).

Etika Alkitab yang dapat merembes ke seluruh bidang dan sendi kehidupan, termasuk ke dalam arena poilitik adalah : kudus dan bertanggungjawab. Prinsi-prinsip inilah yang sesungguhnya masih sangat kurang di dalam arena politik di Indonesia. Itu sebabnya, semua orang bergama, berurusan terus dengan agama dan bahkan fanatik beragama, tetapi korupsinya merjalela. Saat Gereja menggebu dan simultan harus membangun etika politik bangsa.

politik-kristen-di-indonesia

* Penulis adalah :

Pdt. Saut Hamonangan Sirait, (Ketua Umum Partisipasi Kristen Indonesia “PARKINDO” 2005-2010)

Pendeta HKBP, alumni STT Jakarta, aktif menjadi pengurus di GMKI Jakarta, DPP GAMKI, PIKI, pernah aktif di Biro Pemuda PGI,

Iklan

Sepenggal “KISAH” di tahun 2008

Januari 3, 2009

Jarum jam terus berputar, matahari berjalan menaungi bumi dari timur ke barat, hari-hari berlalu, minggu berganti, bulan yang baru datang, tahun yang baru dan dinantikan pun telah tiba meningatkan kita pada sebuah harapan yang pernah terlintas dalam alam pikiran manusia. Kematian yang tiba-tiba bagi orang yang tidak pernah menyangka bahwa ajal maut telah berdiri disamping untuk menjemput pulang kepada yang Empunya, kelahiran jabang bayi yang dinantikan oleh para orang tua menyambut isak tangis sang bayi yang telah masuk kedalam dunia yang penuh dengan tantangan seolah-olah meratapi dunia dan nasib dimasa depan yang harus ditanggungnya dikemudian hari.

Dengung perang yang terdengar dari sisi belahan dunia lain akibat keserakahan dan kehausan akan kekuasaan, mengakibatkan begitu banyak penderitaan kelaparan, sakit penyakit, kemiskinan, kehilangan orang-orang yang sangat disayangi dan dicintai menimbulkan kekacauan serta kehancuran di mana-mana semakin semakin menambah goresan tinta merah pada buku kehidupan.

Realita hidup ini memang sudah menjadi garisan tangan para mahluk yang tinggal dibumi ini sejak pertama awal mulanya ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa ribauan tahun bahkan jutaan tahun yang lampau. Sepenggal kisah yang masih tersisa dan tersimpan rapih dihati jutaan umat manusia dan mungkin milyaran manusia yang hidup didunia ini pun masih sering kita temui bahkan diperdengarkan oleh sebagian orang dan kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan suatu perubahan bisa membawa gaya hidup manusia ke arah yang lebih baik lagi. Sikap toleransi yang sudah mulai tergerus oleh modernisasi dan era globalisasi, sikap dan gaya hidup para kaum bourjuis yang semakin menjengkelkan dan menimbulkan efek samping ketimpangan sosial dimasyarakat, para kaum rohaniawan yang telah melacurkan diri mereka kepada hal-hal yang duniawi sudah menjadi santapan ringan bagi kita semua tiap hari dan menjadi berita-berita utama dalam surat kabar dan tabloid ibu kota.

Runtuhnya moral hidup manusia adalah tidak lain akibat dari lemahnya suatu sistem, ketika para orang tua sibuk dan lebih mementingkan karir mereka ketimbang memberikan perhatian serius kepada anak-anak yang sedang dalam proses pertumbuhan dan mencari jati diri namun tidak mendapat pencerahan mengenai makna hidup dan realita yang sebenarnya terjadi diluar sana sehingga banyak dari mereka yang terjerumus kedalam pergaulan yang buruk dan berakhir pada kehancuran masa depannya, suatu sistem pemerintahan yang bobrok tidak memperhatikan kebutuhan bagi rakyatnya, ekonomi yang menganut paham kapitalis, penegakan supremasi hukum sering terbentur dengan kasus suap, impuitas (kekebalan) dan lain sebagainya adalah bagian yang tidak terpisahkan menjadi salah satu penyebab timbulnya hal-hal yang kita baca di awal tulisan ini.

Tahun 2008 menjadi alasan kita untuk menatap di tahun yang baru ini, hal-hal yang telah kita dapatkan dan yang belum bisa capai menjadi parameter apakah di tahun 2009 kita masih bisa tetap eksis menjalani kehidupan yang semakin hari semakin jahat ini ? Makna tahun baru lebih identik dengan pesta pora, tiupan terompet, dentingan lonceng yang sebenarnya hanya sekejap saja sudah tidak terdengar lagi akibat disibukkan oleh aktivitas sehari-hari.

Bagaimana sebenarnya kita menatap hari depan yang belum kita ketahui aral rintangan apa yang akan menghadang kehidupan kita, namun sudah sepantasnya kita juga melakukan intropeksi diri. Apakah yang sudah kita lakukan, apakah yang sudah kita dapatkan..??? Jangan dulu kita berpikir berbuat yang baik untuk orang lain, sementara kita sendiri tidak pernah berbuat yang baik untuk diri kita sendiri..!!! Bukan berarti kita lebih mementingkan diri sendiri dan menjadi orang yang ekslusif dan egois, tapi kita diajak untuk lebih mengenal jati diri kita yang sesungguhnya. Makna dari kehidupan ini adalah bagaimana bisa memberi namun tidak kekurangan, mau membantu tapi tidak terbebankan, sanggup menolong tapi tidak merugikan yang lain.

Sebagaimana tercatat dalam Injil bahwa Yesus Kristus lahir ke dunia untuk menebus dosa seluruh umat manusia (Yohanes 3:16) dengan berpegang pada prinsip (melayani dan bukan dilayani) dan memberikan teladan yang baik sehingga walaupun dalam 3,5 tahun pelayanannya didunia namun memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi penduduk bumi. Gautama mengambil keputusan dia mesti meninggalkan kehidupan istananya dan menghambakan diri kepada upaya mencari kebenaran sejati yang bukan sepuhan. Berpikir bukan sekedar berpikir, melainkan bertindak. Mother Theresia meninggalkan kemewahan untuk mengabdikan diri melayani orang-orang berpenyakit kusta dipinggiran kota Kalkuta, India) yang dianggap papa, miskin, hina dan tidak layak dianggap manusia, pada hal mereka adalah sama dengan kita mahluk ciptaan Tuhan.

Saatnya bagi kita merenungi beberapa petikan cerita diatas untuk lebih lagi menghargai hidup yang hanya sekali untuk selamanya di dunia yang fana ini. Tahun 2009 adalah tahun anugerah, karena kita masih bisa menikmati hangatnya ruangan didalam rumah kita yang bersih, rapih dan sejuk, melewati hari demi hari, mingu, bulan dengan canda tawa anak-anak kecil yang masih polos dan belum mengerti pahitnya kehidupan didunia ini. Tantangan dan cobaan sudah pasti menunggu kita di depan sana, tapi bukan berarti kita harus ketakutan dan menjadi bimbang apa lagi sampai menyerah tanpa terlebih dahulu mencoba untuk melaluinya. Karena apa yang ada apa yang Tuhan berikan itu semua untuk kebaikan kita. (Yeremia 29:11, Roma 8:28).

Majulah dan berjuanglah dengan tetap bersemangat..!!!!!

ORA ET LABORA…

Keluarga Besar

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia

mengucapkan :

Selamat Natal 25 Desember 2008

dan,

Tahun Baru 1 Januari 2009


SKB 4 Menteri & Nasib Buruh Indonesia

Desember 1, 2008

Pemerintah kembali menerbitkan aturan baru untuk penetapan upah minimum buruh yang ditandatangi oleh 4 menteri diantaranya :

  1. Menteri Tenaga kerja dan Transimgarsi (Eman Suparno).
  2. Menteri Perindustrian (Fahmi Idris).
  3. Menteri Dalam Negeri (Mardiyanto).
  4. Menteri Perdagangan (Mari Elka Pangestu).

Adapun penerbitan SKB 4 Menteri tersebut adalah sebagai upaya pemerintah dalam menyelamatkan perkembangan pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perekonomian global yang akhir-akhir ini sedang di goncang rontoknya raksasa-raksasa ekonomi dunia khususnya kriris ekonomi yang melanda Amerika Serikat.

Adapun yang disesalkan dalam penerapan SKB 4 Menteri tersebut adalah dampak kerugian yang harus dipikul oleh para pekerja buruh nasional dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan andil bermaksud menyelamatkan perekonomian nasional dan mengantisipasi perkembangan perekonomian global kaum buruh mengalami yang namanya kerja paksa. Karena dalam penetapan upah minimum pemerintah tidak lagi diikut sertakan dalam mengambil keputusan, dan hal tersebut dilimpahkan kepada masing-masing kepala daerah yang bersangakutan dengan lokasi para buruh bekerja. Dan ini akan berdampak pada menigkatnya jumlah pengangguran di Indonesia akibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan dengan berbagai macam alasan yang mungkin tidak dapat diterima oleh akal sehat kita sebagai manusia.

Lalu bagaimana dengan kesejahteraan buruh yang selama ini sebenarnya banyak menopang industri tanah air apabila diperlakukan semena-mena seperti ini ? Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih sangat jauh dari stabil, melonjaknya harga-harga bahan makanan pokok, dan mahalnya biaya pendidikan bagi putera-puteri mereka dan juga biaya kesehatan yang relatif mahal sementara harus bekerja keras tanpa kenal waktu demi memenuhi target perusahaan, sepertinya kehidupan mereka akan semakin tidak layak dan semakin tersingkir dari peradaban akibatnya minimnya jumlah penghasilan yang mereka miliki.

BERIKUT LAMPIRAN SKB 4 MENTERI :

Pasal 1

Dalam menghadapi dampak krisis perekonomian global, pemerintah melakukan berbagai upaya agar ketenangan berusaha dan bekerja tidak terganggu.

Pasal 2

Upaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 adalah sebagai berikut:

a. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan:

  • Konsolidasi unsur pekerja/buruh dan pengusaha melalui forum LKS tripartit nasional dan daerah serta dewan pengupahan nasional dan daerah agar merumuskan rekomendasi penetapan upah minimum yang mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Upaya mendorong komunikasi bipartit yang efektif antar unsur pekerja/buruh dan pengusaha di perusahaan.
  • Upaya meningkatkan efektivitas mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara cepat dan berkeadilan serta pencegahan terjadinya pemutusan hubungan kerja.

b. Menteri Dalam Negeri melakukan:

  • Upaya agar gubernur dan bupati/walikota dalam menetapkan segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja, termasuk meningkatkan komunikasi yang efektif dalam lembaga kerjasama tripartit daerah, dan dewan pengupahan daerah.
  • Upaya agar gubernur dalam menetapkan upah minimum dan segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketenagakerjaan dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Upaya gubernur dan bupati/walikota mengoptimalkan peran, fungsi dan pelaksanaan tugas pejabat fungsional ketenagakerjaan dan lembaga-lembaga ketenagakerjaan lainnya.

c. Menteri Perindustrian melakukan:

  • Mendorong efisiensi proses produksi, optimalisasi kapasitas produksi dan daya saing produk industri.
  • Menyusun kebijakan penggunaan produksi dalam negeri dan melaksanakan monitoring pelaksanaannya.

d. Menteri Perdagangan melakukan:

  • Upaya peningkatan pencegahan dan penangkalan penyelundupan barang-barang dari luar negeri.
  • Memperkuat pasar dalam negeri dan promosi penggunaan produk dalam negeri.
  • Mendorong ekspor hasil industri padat karya.

Pasal 3

Gubernur dalam menetapkan upah minimum mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasal 4

Tindak lanjut peraturan bersama ini dilakukan oleh masing-masing menteri.

Pasal 5

Peraturan bersama ini mulai ditetapkan berlaku sejak ditetapkan.

Sepertinya SKB 4 Menteri ini akan menjadi bumerang dalam kinerja pemerintah dan awal kehancuran rezim SBY & JK yang akan memasuki dalam perhelatan Pemilu 2009, sebagai mana yang menimpa Megawati Sukarno Puteri pada pemilu 2004 yang lalu. karena buruh tidak akan pernah mendukung rezim yang telah melukai hati mereka dengan alasan menyelamatkan perekonomian Indonesia, tapi yang sebenarnya adalah ketidak berpihakkan pemerintah dalam membela hak-hak kaum buruh yang dianggap orang-orang yang tersingkir.

(Bagi anda yang ingin berkomentar harap memberikan komentar anda dengan arif & bijaksana..!!!)

Salam Perjuangan Rakyat Indonesia…!!!!!!!!!!


Iklan Politik Partai Menuju Pemilu 2009 (PEMBOROSAN)

November 25, 2008

Iklan politik partai-partai peserta pemilu 2009 sudah banyak beredar hampir diseluruh media massa di Indonesia, promosi besar-besaran dari partai dengan mendengung-dengungkan janji-janji manis mereka untuk mensejahterakan rakyat begitu terasa sangat kontradiktif dengan situasi yang sedang terjadi di Indonesia. Satu partai menawarkan kinerja parpol yang jujur dan bersih, parpol yang lain menawarkan pemberantasan korupsi, kesejahteraan rakyat, nasionalisme yang tinggi, lapangan pekerjaan yang layak, semua itu diiklankan melalui media massa cetak maupun televisi dan radio.

1. Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS)

Mengiklankan tokoh-tokoh pahlawan nasional mulai dari KH. Ahmad Dahlan sampai dengan wacana memberi gelar pahlawan kepada mantan presidan Suharto yang banyak menuai banyak kritik keras dan pedas.

2. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)

Mengiklankan ketokohan seorang Prabowo Subianto dengan visi dan misinya mensejahterakan rakyat Indonesia, kehidupan yang dekat dengan para petani dan memperjuangkan produk-produk dalam negeri sangat terkesan terkesan menghambur-hamburkan uang demi sebuah promosi yang sebenarnya sangat tidak relevan dengan keadaan mayarakat yang terpuruk ditengah kemiskinan.

3. Partai Demokrat

Mengiklankan penurunan angka kemiskinan di Indonesia dan pertumbuhan sebesar 6% disektor ekonomi, dan menuai banyak kritik pedas karena tidak sesuai dengan yang terjadi dilapangan. Penyerapan tenaga kerja masih sangat minim sekali, pengangguran meningkat tajam dan kenaikan harga BBM yang hampir-hampir membuat seluruh sektor Usaha Kecil Menangah (UKM) gulung tikar besar-besaran.

4. Partai Amanat Nasional (PAN)

Mengiklankan sosok Sutrisno Bachir yang menggembar-gemborkan idealisme dan rasa Nasionalisme untuk membangun kesejahteraan bersama ditengah-tengah terpuruknya ekonomi masyarakat Indonesia

5. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan)

Mengiklankan kegagalan pemerintah dalam menanggulangi tingginya harga sembako yang diluar jangkauan masyarakat di media televise dan koran-koran Ibu kota

Masih banyak lagi iklan-iklan manis dari partai-partai politik tersebut yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu dan tidak terpantau oleh publik / masyarakat umum.

Pesta memang identik dengan kemewahan, kelebihan dan kekayaan, tapi persoalan disini adalah dimana ketika kita menggelar suatu hajat besar atau pesta apakah kita juga sudah melihat ke kiri dan ke kanan bahwa masih banyak orang disekita kita yang masih sangat membutuhkan pertolongan untuk bisa bertahan hidup ?

Mungkin banyak dari Rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan bertanya-tanya apakah yang sebenarnya terjadi terhadap diri mereka ? Apakah ini adalah suatu kutukan dari garis tangan kehidupan yang harus dilalui sampai pada akhir hayat hidup ini, ataukah ini adalah beban hidup yang harus dilalui dengan menanggung beban dosa hidup para pendahulunya yang dengan seenaknya telah menggadaikan segala kekayaan dan kelimpahan bangsa ini ?

Biaya pendidikan yang mahal, biaya perobatan dan tunjuangan kesehatan yang tidak terjangkau oleh masyarakat, BBM yang melambung tinggi, masyarakat pedesaan yang makan nasi aking, korban lumpur lapindo yang hingga saat ini terkatung-katung mengadukan nasib mereka karena tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab atas musibah yang menimpa mereka.

Bayangkan berapa besar dana yang harus dikeluarkan oleh partai-partai politik peserta pemilu 2009 yang banyak sekali mengeluarkan biaya. Sementara rakyat kita menderita kekurangan dan biaya iklan politik tersebut mungkin sudah bisa sangat mengurangi beban hidup mereka pada saat ini. Iklan-iklan politik yang tidak bermanfaat dan hanya untuk kepentingan sesaat saja bagi para pihak yang gila hormat dan jabatan bahkan terkesan menghambur-hamburkan uang.

INGATLAH….!!!!

Rakyat Indonesia perlu hidup, perlu pendidikan dan tunjangan kesehatan, Rakyat Indonesia tidak butuh janji-janji manis..

Semoga Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan ini…!!!!!!!!


Trik Membunuh Situs Sampah/Provokatif

November 24, 2008

Sekarang ini sering kali kita temui situs-situs yang berisi materi penghinaan, pelecehan, penyesatan dan provokatif. Baik yang bersifat pribadi maupun yang atas nama lembaga atau pun per-orangan yang menggunakan jasa layanan internet yang free account sampai yang permium. Kebebasan pers pun akhirnya menjadi kambing hitam dari bermunculannya situs-situs tersebut. Kemampuan untuk memantau perkembangan berita sangat terbatas karena kemampuan manusia juga yang terbatas dari sisi kesibukan masing-masing. Banyaknya situs yang bermunculan tersebut mungkin boleh menjadi pengalaman berharga buat kita untuk lebih hati-hati dalam mengekspresikan diri kita dalam mengeluarkan pendapat, akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan munculnya gambar karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah situs wordpress yang sangat membakar emosi umat muslim, dan yang menghebohkan lagi situs tersebut menggunakan nama dari salah satu etnis suku di Indonesia. Walaupun Kepolisian telah menyatakan account
pembuatannya bukan berasal dari Indonesia tapi dari Kanada tapi hal tersebut membuat para blogger dan pecinta jasa layanan wordpress menjadi gelisah karena rencana pemblokiran wordpress.com di Indonesia.

“KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA”
itulah pribahasa yang cocok untuk kita renungkan saat ini, akibat kesalahan satu orang yang berpikiran picik dan berwawasan sempit (red pemilik, http://lapotuak.wordpress.com). Dengan dalih kebebasan pribadinya dalam berekspresi dalam mengeluarkan pendapat justru menebar teror dan mengancam kerukunan umat beragama di Indonesia. Sebenarnya masih banyak sekali situs-situs sejenis yang beredar luas diinternet, namun mungkin baru ini yang membuat sensasi luar biasa karena berasal dari Indonesia. Dan kita harapkan pemerintah juga lebih jeli lagi dalam menyikapi situ-situs serupa, bukan hanya memblokir tapi juga harus bisa dan berani memproses secara hukum para pemilik dan pembuat situs sejenis.

Trick Membunuh Situs Sampah/Provokatif :

  1. Jangan kunjungi lagi situs website/blog yang anda kunjungi tersebut apabila diketahui berisi materi pelecehan, penyesatan, penghinaan dan provakatif bersifat mengadu domba Suku, Agama, Ras, Antar golongan.
  2. Jangan sebarkan situs-situs tersebut kepada teman-teman, saudara, kerabat atau para blogger lain untuk memberikan respon terhadap isi materi & artikel yang diposting pada situs tersebut, karena hanya akan membuat naik rating situsnya dan akan mempemudahnya untuk dilacak orang lain.
  3. Laporkan situs tersebut sebagi SPAM
  4. Jangan meninggalkan pesan atau comment karena tanpa sengaja anda telah memjadi bagian dalam meningkatkan rating postingan tersebut. Sehingga admin merasa senang dan bangga karena ada yang memperhatikan postingan mereka.
  5. Cobalah dengan membuat postingan yang positif dalam situs anda sendiri untuk memberi info atau mencerdaskan orang lain. (berbagi ilmu pengetahuan seputar internet atau berita dan yang lainnya) dan melakukan hal yang sama dengan memposting kejelekan atau menghina dari agama, sukus, ras tertentu.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

ORA ET LABORA..


Karikatur & Gambar Nabi Muhammad

November 23, 2008

Penodaan, pelecehan dan penghinaan terhadap kerukunan umat beragama kembali terjadi, munculnya gambar-gambar karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah situs http://lapotuak.wordpress.com membuat geram umat Islam khususnya yang berada di Indonesia. Pihak pemerintah melalui DEPKOMINFO berusaha keras meminta pihak wordpress.com untuk memblokir situs tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Banyak bermunculan situs-situs sejenis merupakan suatu akibat kesalahpahaman dalam mengartikan kebebasan mengeluarkan pendapat, sehingga tidak lagi mengindahkan hal-hal etika dalam penulisan dan lebih cenderung memprokasi masyarakat untuk melakukan tindakan balasan dan bahkan berujung pada tindakan anarkis. Masyarakat juga dihimbau untuk lebih hati-hati dalam menyikapi kasus tersebut karena dikhawatirkan adanya pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja menebarkan isu untuk mengadu domba antar pemeluk umat beragama di Indonesia. Dari alamat situs yang diketahui memang menjurus pada suatu kelompok etnis/suku tertentu.

Suatu yang sangat tabu dan haram bagi umat muslim untuk menampilkan sosok seorang Nabi baik dalam bentuk gambar, film maupun menampilkan sosok figur orang tertentu dengan seorang Nabi. Gambar-gambar tersebut bukan hanya menampilkan gambar Nabi Muhammad saja tapi juga menampilkan suatu adegan yang tidak pantas untuk dilihat mata juga tidak layak untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Ada baiknya kita semua untuk saling mengerti dan memahami keyakinan dan privasi orang lain untuk memeluk suatu ajaran agama karena itu adalah hal yang sangat asasi. Mengapa sering kali kita terlalu mudah untuk mengeluarkan kata-kata bahkan sikap yang kurang bersahabat bagi pemeluk agama lain, sementara kita sendiri belum tentu mencerminkan sebagai contoh teladan bagi orang lain.

PERNYATAAN SIKAP

GERAKAN ANGKATAN MUDA KRISTEN INDONESIA

Jakarta Timur

  1. Mengecam keras pemuatan gambar karikatur Nabi Muhammad dalam situs http:lapotuak.wordpress.com maupun dalam situs-situs lain sejenis.
  2. Meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kepolisian Republik Indinesia untuk memproses secara hukum pelaku dan pemilik situs http://lapotuak.wordpress.com karena dengan sengaja telah menebarkan kebencian dan memprovokasi kerukunan umat beragama di Indonesia.
  3. Meminta kepada DEPKOMINFO untuk menutup/memblokir situs-situs sejenis yang menghina umat agama tertentu, karena akan berdampak negatif terhadap kelangsungan kerukunan umat beragama di Indonesia.
  4. Meminta kepada seluruh lapisan masyarakat umum dalam hal ini para Tokoh, Pemuka Agama, dan seluruh umat beragama di Indonesia untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi kasus tersebut untuk tidak mudah terprovokasi dalam mengambil tidakan yang justru akan memperkeruh permasalahan.

Semoga peristiwa ini boleh menjadi pengalaman yang berharga bagi kita semua umat beragama yang hidup dalam satu atap Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk saling menjaga dan menghormati kebebasan beragama.

Dewan Pimpinan Cabang

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia

Jakarta Timur.


Kumpulan Kata-kata Mutiara

November 15, 2008

Ia yang memaafkan mengakhiri pertengkaran
(Pepatah Afrika)

Bila Tuhan tidak berkenan mengampuni dosa, sorga akan kosong.
(Pepatah Jerman)

Keberhasilan dan kebahagiaan ada di dalam dirimu. Keadaan jasmanimu adalah kebetulan dalam kehidupanmu, kenyataan besar yang kekal adalah kasih dan pelayanan.
(Helen Keller)

Akhir yang sesungguhnya dari setiap kehidupan adalah mengenal kehidupan yang takkan berakhir
(William Penn)

Aku tidak akan menaruh nilai kepada apa saja yang ada padaku atau apa yang boleh aku miliki, kecuali dalam hubungannya dengan kerajaan Kristus.
(David Livingstone)

Alkitab memberikan kepada kita suatu pengharapan yang dapat terjangkau oleh yang paling lemah dan hina, namun juga begitu tinggi sehingga yang paling baik dan luhurpun masih harus menengadahkan wajahnya keatas.
(Wm. Jennings Bryan)

Burung-burung masih dapat bernyanyi walaupun diatas dahan tang kering. Hai orang percaya, apakah engkau tidak dapat berbuat yang sama ?
(Charles H. Spurgeon)

Lebih baik kepalaku yang dipenggal dari pada lututku bertelut kepada yang lain dari pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
(William Shakespeare)

Tuhan memiliki dua tempat tinggal ; yang satu didalam sorga dan yang lain di dalam hati yang paling rendah dan bersyukur.
(Izaak Walton)

Berdoalah seakan-akan kerja tidak akan menolong, dan bekerjalah seakan-akan doa tidak akan menolong.
(Pepatah Jerman)

Mati dengan iman tidaklah begitu sulit, yang lebih sulit ialah hidup berdasarkan iman itu.
(W. M. Thackeray)

Iman yang kecilpun akan membawa jiwamu ke sorga ; tetapi iman yang besar akan membawa sorga kedalam jiwamu.
(Charles H. Spurgeon)

Tuhan telah mengaruniakan beberapa karunia kepada seluruh umat manusia tanpa mengecualikan seorangpun.
(Seneca)

Permulaan kekhawatiran adalah akhir iman, dan permulaan iman yang benar adalah akhir kekhawatiran.
(George Muller)

Engkau telah menyentuh diriku dan aku telah Kau hantarkan ke dalam damai sejahterMu

(St. Augustine)

Bila Tuhan memasukkan anak-anak’Nya dalam perapian, Ia akan berada disana juga bersama-sama dengan mereka.

(C.H Spurgeon)

Semua bangunan pengetahuan akan runtuh bagaikan puing-puing yang tidak berguna, dihadapan satu kata – IMAN –

(Napoleon Bonaparte)

Seringkali aku terdorong bertekuk lutut dihadapan Tuhan oleh suatu keyakinan kuat, yaitu bahwa tiada tempat lain yang tepat bagiku.

(Abraham Lincoln)

Doa adalah dinding yang kokoh dan benteng gereja, ia merupakan senjata Kristen yang ampuh.

(Marthin Luther)

Dengan iman yang teguh sebagai mereka yang berada di tepi laut Syria mendengarkan panggilan Bapa ; Biarlah kita seperti mereka tanpa bertutur sepatah kata bangkit dan mengikut Dia saja

(John Greenleat Whittier)

Mereka yang tidak berani berdiri diatas kebenaran walaupun hanya berdua atau bertiga adalah budak belaka.

(James Russel Lowwel)

Kuatkanlah dirimu. Sangatlah indah untuk bercakap-cakap dengan Tuhan ; Kita berjalan dalam padang belantara hari ini dan di tanah perjanjian besok pagi.

(Dwigth L Moody)

segala sesuatu yang aku lihat mengajar aku untuk mempercayai Penciptaku untuk segala sesuatu yang belum aku lihat.

(Ralp Waldo Emerson)

Berhati-hatilah agar engkau tidak putus ada terhadap dirimu sendiri, engkau diperintah untuk percaya kepada Tuhan bukan kepada dirimu sendiri.

(St. Augustine)

Kasih akan sorga membuat seseorang bersikap sebagai penghuni sorga

(William Shakespeare)