IMB Gereja HKBP Depok dicabut


Umat Kristen dan Persekutuan Gereja-Gereja Setempat (Kota Depok) menolak pencabutan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Tempat Ibadah dan Gedung Serba Guna  Gereja HKBP Depok yang beralamat di Jalan Puri Pesanggarahan IV Kav NT-24 Kelurahan Cinere Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Penolakan tersebut karena dasar pencabutan IMB tidak mengacu kepada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksana Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah dalam kerukunan Umat Beragama, pemberdayaan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Pendirian Rumah Ibadah.

Sebelumnya Gereja tersebut telah mendapat IMB yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Nomor 453.2/229/TKB/1998 tanggal 13 Juni 1998, namun keputusan tersebut dibatalkan oleh Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail melalui keputusannya Nomor 645.8/144/Kpts/Sos/Huk/2009 menyatakan mencabut IMB Tempat Ibadah dan Gedung Serbaguna atas nama HKBP Pangakalan Jati Gandul pada 27 Maret 2009.

Menurut Nur Mahmudi keputusan tersebut diambilnya sudah dengan sangat hati-hati atas pertimbangan karena disinyalir IMB tersebut bermasalah dan tidak valid, Nur Mahmudi yang adalah mantan Presiden PKS dan juga mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan di era Presiden Abdurahman Wahid juga mengatakan bahwa sebelum mengeluarkan pencabutan izin tersebut dia telah melakukan konsultasi dengan para muspida setempat, dan terakhir dengan Bupati Bogor Rahmat Yasin mengenai bagaimana sikap yang harus diambil terhadap Gereja HKBP tersebut.

Gereja dan gedung serba guna didirikan diatas tanah seluas 5000 meter persegi yang dibeli oleh jemaat pada tahun 1997, namun pembangunan tersebut mengalami penundaan dikarenakan keterbatasan biaya.

Satu-satunya upaya jemaat HKBP dalam memperjuangkan hak-haknya adalah harus menempuh jalur hukum, yaitu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Barat.

Sangat memprihatinkan.. Hidup di sebuah negara yang melindungi hak-hak warga negaranya untuk bebas melakukan Ibadah, ternyata ada oknum pejabat berwenang yang justru tidak senang dengan adanya pendirian rumah ibadah bagi masyarakat tertentu.

6 Balasan ke IMB Gereja HKBP Depok dicabut

  1. pertiwi mengatakan:

    dajjal dajjal seperti nur mahmudi ismail mulai muncul,hanya ada satu kata untuknya lawan dan musnahkan dajjal2 itu

  2. glove mengatakan:

    saya sebagai orang kristen dan warga negara RI sangat kecewa dengan penyegelan gereja GPIB bekasi yg dilakukan muslim mengapa aparat tidak turun tangan menangkapi mereka yang melakukan anarkis. kan seharusnya itu pekarjaan aparat. sementara hai kamu orang muslim mesjid mu tidak pernah di ganggu

  3. herman mengatakan:

    turunkan Nur Mahmudi dari jabatannya karena pribadinya bukanlah indonesia tulen yang berjiwa nasionalisme. memang dirinya terpilih oleh banyak pendukungnya, tetapi jabatan pimpinan daerah adalah seorang pengayom bagi seluruh warganya baik (demikian secara kerohanian) bukan jadi pesuruh bagi antek2 nya. Kalau mau usut Coba usut-usut dulu mesjid2 yang tidak yang tidak memiliki imb, bukan yang sudah ada imb nya. Negara kita sudah banyak dilecehkan, e..eh malah didalam negara saling menghancurkan.

  4. MOHAT37 mengatakan:

    Nurmahmudi kamu ini walikota atau antek agama terorist, kok brani2nya kamu mencabut IMB sebuah gereja perlu kamu ketahui bahwa dengan demikian kamu telah merusak nama Aoloh dan Agama Islam didalam mana kamu atas namakan dalam pencabutan tersebut dan kamu mendukung keinginan para terorist islam yang menzolimi sebagian warga kamu yang akan menjalani ibadahnya , perlu kamu ketahui ini NKRI bukan negara teroris NII, seharusnya kamu justru melindungi HKBP dalam beribadah tsb walaupun berada ditengah orang banyak yang beragama lain. Kalau mau tau silahkan bertanya kepada Kang Jalal di Universitas Paramadina.

  5. Tulus Muara mengatakan:

    Duka yang mendalam bagi kebebasan beragama di Indonesia, secara psikologis dan sistematis bisa kita simpulkan bahwa bukan hanya masyarakat Indonesia yang belum bisa menerima budayanya sendiri sebagai bangsa yang plural, tapi juga para pejabatnya yang FUNDAMENTALIS & tidak memiliki wawasan luas mengenai arti kebangsaan. Sehingga sering kali kita jumpai kasus-kasus pengerusakan & pencekalan terhadap umat tertentu di negara ini.

  6. soegianto mengatakan:

    turut berduka cita ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: