Sepenggal “KISAH” di tahun 2008


Jarum jam terus berputar, matahari berjalan menaungi bumi dari timur ke barat, hari-hari berlalu, minggu berganti, bulan yang baru datang, tahun yang baru dan dinantikan pun telah tiba meningatkan kita pada sebuah harapan yang pernah terlintas dalam alam pikiran manusia. Kematian yang tiba-tiba bagi orang yang tidak pernah menyangka bahwa ajal maut telah berdiri disamping untuk menjemput pulang kepada yang Empunya, kelahiran jabang bayi yang dinantikan oleh para orang tua menyambut isak tangis sang bayi yang telah masuk kedalam dunia yang penuh dengan tantangan seolah-olah meratapi dunia dan nasib dimasa depan yang harus ditanggungnya dikemudian hari.

Dengung perang yang terdengar dari sisi belahan dunia lain akibat keserakahan dan kehausan akan kekuasaan, mengakibatkan begitu banyak penderitaan kelaparan, sakit penyakit, kemiskinan, kehilangan orang-orang yang sangat disayangi dan dicintai menimbulkan kekacauan serta kehancuran di mana-mana semakin semakin menambah goresan tinta merah pada buku kehidupan.

Realita hidup ini memang sudah menjadi garisan tangan para mahluk yang tinggal dibumi ini sejak pertama awal mulanya ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa ribauan tahun bahkan jutaan tahun yang lampau. Sepenggal kisah yang masih tersisa dan tersimpan rapih dihati jutaan umat manusia dan mungkin milyaran manusia yang hidup didunia ini pun masih sering kita temui bahkan diperdengarkan oleh sebagian orang dan kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan suatu perubahan bisa membawa gaya hidup manusia ke arah yang lebih baik lagi. Sikap toleransi yang sudah mulai tergerus oleh modernisasi dan era globalisasi, sikap dan gaya hidup para kaum bourjuis yang semakin menjengkelkan dan menimbulkan efek samping ketimpangan sosial dimasyarakat, para kaum rohaniawan yang telah melacurkan diri mereka kepada hal-hal yang duniawi sudah menjadi santapan ringan bagi kita semua tiap hari dan menjadi berita-berita utama dalam surat kabar dan tabloid ibu kota.

Runtuhnya moral hidup manusia adalah tidak lain akibat dari lemahnya suatu sistem, ketika para orang tua sibuk dan lebih mementingkan karir mereka ketimbang memberikan perhatian serius kepada anak-anak yang sedang dalam proses pertumbuhan dan mencari jati diri namun tidak mendapat pencerahan mengenai makna hidup dan realita yang sebenarnya terjadi diluar sana sehingga banyak dari mereka yang terjerumus kedalam pergaulan yang buruk dan berakhir pada kehancuran masa depannya, suatu sistem pemerintahan yang bobrok tidak memperhatikan kebutuhan bagi rakyatnya, ekonomi yang menganut paham kapitalis, penegakan supremasi hukum sering terbentur dengan kasus suap, impuitas (kekebalan) dan lain sebagainya adalah bagian yang tidak terpisahkan menjadi salah satu penyebab timbulnya hal-hal yang kita baca di awal tulisan ini.

Tahun 2008 menjadi alasan kita untuk menatap di tahun yang baru ini, hal-hal yang telah kita dapatkan dan yang belum bisa capai menjadi parameter apakah di tahun 2009 kita masih bisa tetap eksis menjalani kehidupan yang semakin hari semakin jahat ini ? Makna tahun baru lebih identik dengan pesta pora, tiupan terompet, dentingan lonceng yang sebenarnya hanya sekejap saja sudah tidak terdengar lagi akibat disibukkan oleh aktivitas sehari-hari.

Bagaimana sebenarnya kita menatap hari depan yang belum kita ketahui aral rintangan apa yang akan menghadang kehidupan kita, namun sudah sepantasnya kita juga melakukan intropeksi diri. Apakah yang sudah kita lakukan, apakah yang sudah kita dapatkan..??? Jangan dulu kita berpikir berbuat yang baik untuk orang lain, sementara kita sendiri tidak pernah berbuat yang baik untuk diri kita sendiri..!!! Bukan berarti kita lebih mementingkan diri sendiri dan menjadi orang yang ekslusif dan egois, tapi kita diajak untuk lebih mengenal jati diri kita yang sesungguhnya. Makna dari kehidupan ini adalah bagaimana bisa memberi namun tidak kekurangan, mau membantu tapi tidak terbebankan, sanggup menolong tapi tidak merugikan yang lain.

Sebagaimana tercatat dalam Injil bahwa Yesus Kristus lahir ke dunia untuk menebus dosa seluruh umat manusia (Yohanes 3:16) dengan berpegang pada prinsip (melayani dan bukan dilayani) dan memberikan teladan yang baik sehingga walaupun dalam 3,5 tahun pelayanannya didunia namun memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi penduduk bumi. Gautama mengambil keputusan dia mesti meninggalkan kehidupan istananya dan menghambakan diri kepada upaya mencari kebenaran sejati yang bukan sepuhan. Berpikir bukan sekedar berpikir, melainkan bertindak. Mother Theresia meninggalkan kemewahan untuk mengabdikan diri melayani orang-orang berpenyakit kusta dipinggiran kota Kalkuta, India) yang dianggap papa, miskin, hina dan tidak layak dianggap manusia, pada hal mereka adalah sama dengan kita mahluk ciptaan Tuhan.

Saatnya bagi kita merenungi beberapa petikan cerita diatas untuk lebih lagi menghargai hidup yang hanya sekali untuk selamanya di dunia yang fana ini. Tahun 2009 adalah tahun anugerah, karena kita masih bisa menikmati hangatnya ruangan didalam rumah kita yang bersih, rapih dan sejuk, melewati hari demi hari, mingu, bulan dengan canda tawa anak-anak kecil yang masih polos dan belum mengerti pahitnya kehidupan didunia ini. Tantangan dan cobaan sudah pasti menunggu kita di depan sana, tapi bukan berarti kita harus ketakutan dan menjadi bimbang apa lagi sampai menyerah tanpa terlebih dahulu mencoba untuk melaluinya. Karena apa yang ada apa yang Tuhan berikan itu semua untuk kebaikan kita. (Yeremia 29:11, Roma 8:28).

Majulah dan berjuanglah dengan tetap bersemangat..!!!!!

ORA ET LABORA…

Keluarga Besar

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia

mengucapkan :

Selamat Natal 25 Desember 2008

dan,

Tahun Baru 1 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: