SKB 4 Menteri & Nasib Buruh Indonesia


Pemerintah kembali menerbitkan aturan baru untuk penetapan upah minimum buruh yang ditandatangi oleh 4 menteri diantaranya :

  1. Menteri Tenaga kerja dan Transimgarsi (Eman Suparno).
  2. Menteri Perindustrian (Fahmi Idris).
  3. Menteri Dalam Negeri (Mardiyanto).
  4. Menteri Perdagangan (Mari Elka Pangestu).

Adapun penerbitan SKB 4 Menteri tersebut adalah sebagai upaya pemerintah dalam menyelamatkan perkembangan pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perekonomian global yang akhir-akhir ini sedang di goncang rontoknya raksasa-raksasa ekonomi dunia khususnya kriris ekonomi yang melanda Amerika Serikat.

Adapun yang disesalkan dalam penerapan SKB 4 Menteri tersebut adalah dampak kerugian yang harus dipikul oleh para pekerja buruh nasional dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Dengan andil bermaksud menyelamatkan perekonomian nasional dan mengantisipasi perkembangan perekonomian global kaum buruh mengalami yang namanya kerja paksa. Karena dalam penetapan upah minimum pemerintah tidak lagi diikut sertakan dalam mengambil keputusan, dan hal tersebut dilimpahkan kepada masing-masing kepala daerah yang bersangakutan dengan lokasi para buruh bekerja. Dan ini akan berdampak pada menigkatnya jumlah pengangguran di Indonesia akibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh perusahaan dengan berbagai macam alasan yang mungkin tidak dapat diterima oleh akal sehat kita sebagai manusia.

Lalu bagaimana dengan kesejahteraan buruh yang selama ini sebenarnya banyak menopang industri tanah air apabila diperlakukan semena-mena seperti ini ? Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang masih sangat jauh dari stabil, melonjaknya harga-harga bahan makanan pokok, dan mahalnya biaya pendidikan bagi putera-puteri mereka dan juga biaya kesehatan yang relatif mahal sementara harus bekerja keras tanpa kenal waktu demi memenuhi target perusahaan, sepertinya kehidupan mereka akan semakin tidak layak dan semakin tersingkir dari peradaban akibatnya minimnya jumlah penghasilan yang mereka miliki.

BERIKUT LAMPIRAN SKB 4 MENTERI :

Pasal 1

Dalam menghadapi dampak krisis perekonomian global, pemerintah melakukan berbagai upaya agar ketenangan berusaha dan bekerja tidak terganggu.

Pasal 2

Upaya sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 adalah sebagai berikut:

a. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan:

  • Konsolidasi unsur pekerja/buruh dan pengusaha melalui forum LKS tripartit nasional dan daerah serta dewan pengupahan nasional dan daerah agar merumuskan rekomendasi penetapan upah minimum yang mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Upaya mendorong komunikasi bipartit yang efektif antar unsur pekerja/buruh dan pengusaha di perusahaan.
  • Upaya meningkatkan efektivitas mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara cepat dan berkeadilan serta pencegahan terjadinya pemutusan hubungan kerja.

b. Menteri Dalam Negeri melakukan:

  • Upaya agar gubernur dan bupati/walikota dalam menetapkan segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketenangan bekerja, termasuk meningkatkan komunikasi yang efektif dalam lembaga kerjasama tripartit daerah, dan dewan pengupahan daerah.
  • Upaya agar gubernur dalam menetapkan upah minimum dan segala kebijakan ketenagakerjaan di wilayahnya mendukung kelangsungan berusaha dan ketenagakerjaan dengan senantiasa memperhatikan kemampuan dunia usaha khususnya usaha padat karya dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Upaya gubernur dan bupati/walikota mengoptimalkan peran, fungsi dan pelaksanaan tugas pejabat fungsional ketenagakerjaan dan lembaga-lembaga ketenagakerjaan lainnya.

c. Menteri Perindustrian melakukan:

  • Mendorong efisiensi proses produksi, optimalisasi kapasitas produksi dan daya saing produk industri.
  • Menyusun kebijakan penggunaan produksi dalam negeri dan melaksanakan monitoring pelaksanaannya.

d. Menteri Perdagangan melakukan:

  • Upaya peningkatan pencegahan dan penangkalan penyelundupan barang-barang dari luar negeri.
  • Memperkuat pasar dalam negeri dan promosi penggunaan produk dalam negeri.
  • Mendorong ekspor hasil industri padat karya.

Pasal 3

Gubernur dalam menetapkan upah minimum mengupayakan agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasal 4

Tindak lanjut peraturan bersama ini dilakukan oleh masing-masing menteri.

Pasal 5

Peraturan bersama ini mulai ditetapkan berlaku sejak ditetapkan.

Sepertinya SKB 4 Menteri ini akan menjadi bumerang dalam kinerja pemerintah dan awal kehancuran rezim SBY & JK yang akan memasuki dalam perhelatan Pemilu 2009, sebagai mana yang menimpa Megawati Sukarno Puteri pada pemilu 2004 yang lalu. karena buruh tidak akan pernah mendukung rezim yang telah melukai hati mereka dengan alasan menyelamatkan perekonomian Indonesia, tapi yang sebenarnya adalah ketidak berpihakkan pemerintah dalam membela hak-hak kaum buruh yang dianggap orang-orang yang tersingkir.

(Bagi anda yang ingin berkomentar harap memberikan komentar anda dengan arif & bijaksana..!!!)

Salam Perjuangan Rakyat Indonesia…!!!!!!!!!!

Satu Balasan ke SKB 4 Menteri & Nasib Buruh Indonesia

  1. bonar mengatakan:

    saya belum tahu persis bagaimana isi dari SKB 4 menteri ini…
    tapi dari informasi yang saya dengar, SKB ini merugikan kaum buruh, jadinya timbul deh penolakan dari kalangan buruh..
    entah kapan pemerintah kita bisa berlaku adil terhadap kaum buruh…???
    apakah dalam membuat sebuah kebijakan tidak bisa berpihak pada kaum yang lemah..??
    mengapa selalu yang kecil yang dirugikan..??

    jadi ingat lagunya iwan fals “besar dan kecil”
    salah satu liriknya begini :
    “kau seperti bis kota atau truk gandengan, mentang-mentang paling besar klakson sembarangan, aku seperti bemo atau sandal jepit, tubuhku kecil mungil biasa terjepit..pada siapa ku mengadu…pada siapa ku bertanya..??”

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: