Hukuman Mati Pelaku Bom Bali


6 Tahun sudah kita mengenang peristiwa tragedi bom Bali yang telah banyak meninggalkan luka mendalam bagi para korban luka terlebih lagi bagi keluarga korban yang meninggal, tidak sedikit juga korban materi yang dirasakan masyarakat Bali secara khusus dan bangsa Indonesia umumnya. Perhatian dunia tertuju pada Indonesia yang adalah negara Islam terbesar didunia penganut paham demokrasi menjadi sorotan utama dalam siaran televisi diseluruh dunia, Bali yang terkenal dengan sebutan kota dewata pun mengalami kemunduran dalam hal pariwisatanya karena hampir seluruh negara didunia memberlakukan travel warning bagi para warga negaranya yang ingin berlibur ke Indonesia. Karena dianggap sebagai negara yang sukses dalam memproduksi dan menyimpan atau tempat persembunyian bagi para terorisme.

Amerika Serikat dan Australian pun berlomba-lomba memberikan bantuan untuk mengungkapkan kasus yang mencoreng citra negara Indonesia dengan alasan hal-hal tersebut mengancam keamanan dunia dikemudian hari, kampanye anti terorisme pun gencar dilakukan dimana-mana untuk mengantisipasi hal serupa terjadi dikemudian hari. Hasil dari usaha merekan pun tidak sia-sia, 3 orang yang dicurigai sebagai dalang pelaku bom Bali pun terungkap. 3 orang yang dicurigai sebagai pelaku Bom Bali pun sekarang terancam hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan terhadap dakwaan kasus mereka (Amrozi Cs), melalui kuasa hukum mereka (TPM) melakukan dua kali PK ke Mahkamah Agung dan selalu ditolak kini mereka menghadapi hari-hari terakhirnya untuk mengahadap Tuhan Yang Maha Kuasa, apakah yang sebenarnya menjadi tujuan dan motivasi mereka dalam melakukan aksi pemboman tersebut ? Apakah pantas dengan atas nama akidah suatu agama mereka melakukan aksi teror dan bom yang menyebabkan hampir 200 orang meninggal dunia di Legian, Bali.

Hal yang sama juga pernah terjadi ketika para pelaku kerusuhan Poso (Tibo Cs) dieksekusi mati oleh pengadilan setempat dan menuai banyak kontroversi diberbagai pihak. Indonesia yang menganut Hukum Posotif memang meberlakukan hukuman mati bagi para pelaku terorisme berat dan para pelaku pengedar atau bandar-bandar besar Narkoba.

Tapi apakah hukuman mati tersebut memang layak diberlakukan ?

Manusia tidak berhak atas hidup orang lain, karena kita semua hanya manusia yang tidak lebih dari manusia yang lain. Lalu mengapa dengan berkembangnya jaman dan tingginya antusias masyarakat atas persamaan hak asasi manusia kita juga menuntut kematian bagi orang lain. Sekalipun orang tersebut adalah para pelaku teror atau kejahatan tingkat tinggi apakah mereka juga pantas menerima yang dinamakan hukuman mati ? Sepertinya HAM yang selama ini digembor-gemborkan oleh dunia internasional hanya retorika saja, dan tidak ada realisasi yang nyata.

Australia dan Amerika yang selama ini menentang keras terhadap hukuman mati karena tidak sesuai dengan piagam perjuangan Hak Asasi Manusia justru ikut menyetujui diberlakukannya hukuman mati bagi Amrozi Cs.

Gerakan Angkatan muda Kristen Indonesia melalui pernyataan sikapnya dengan tegas menyatakan

MENOLAK PELAKSANAAN HUKUMAN MATI KARENA TIDAK MANUSIAWI, KARENA HIDUP MANUSIA DITENTUKAN OLEH TUHAN, SEPERTI YANG DIAJARKAN TUHAN YESUS KRISTUS SANG KEPALA GERAKAN.

Apakah anda setuju dengan hukuman mati bagi para pelaku Bom Bali ?

(Berikan komentar anda dengan bijaksana, admin akan memoderasi setiap comment yang masuk).

8 Balasan ke Hukuman Mati Pelaku Bom Bali

  1. maroo mengatakan:

    hukuman mati itu harus kita terima.
    posisikan diri anda sebgai teman ato keluarga ato saudara yang mati karena dibunuh dengan berencana (contoh kecil) trus anda tidak setuju dia di hukum mati!! anda hanya minta di hukum seumur hidup Gitu!!

    Tangan dibayar tangan
    nyawa dibayar nyawa
    utang dibayar utang kan…. gak bisa kan hanya nangis mintol trus utanglunas

    utang yang utang….
    mati yang mati

    saya mendukung ada hukum mati.
    bila penting Koruptor di tembak mati, ato bila penting sini biar saya pukuli ampe mati

    berapa banyak yang menderita karena mereka.

  2. steve mengatakan:

    no coment……….

  3. Tuyul mengatakan:

    Saya tidak setuju hukuman mati, itu terlalu lunak.
    Hukum saja yang lebih berat , seperti : disiksa rame2 (dirajam).

    Masalah tobat, biar di akherat saja urusannya.

  4. danangak mengatakan:

    Saya tidak setuju dengan hukuman mati. semua orang punya kesempatan.
    siapa tahu Tuhan menyentuh hatinya dan bisa bertobat.
    sevaiknya ya hukuman seumur hidup saja

  5. Admin; mengatakan:

    Shalom, terima kasih atas komentarnya Stanleymandagi
    Saya sangat setuju dengan anda, bahwa sistem hukum di Indonesia sangat tidak jelas bahkan cenderung membingungkan dan sering kali terjadi salah tafsir dimasyarakat.
    Yang menjadi kendala kita selama ini adalah bagaimana supremasi hukum dapat ditegakan kalau aparaturnya sendiri masih bermental tempe, sehingga sering terjadi penyelewengan kekuasaan hapir disetiap instansi yang ada.

    Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, semoga Indonesia kedepan akan lebih baik lagi, dan bisa dinikmati oleh segala lapisan masyarakat Indonesia.

    BRAVO..

    ORA ET LABORA.

  6. stenlymandagi mengatakan:

    bagi saya, sistem hukum negara yang harus dibenahi terlebih dahulu. Bila memang sistemnya sudah berjalan baik dan tidak korup, hukuman mati memang sudah pantas dihentikan. Hukum teroris dengan cara hukuman seumur hidup dalam lingkungan penjara keamanan super-maksimum, kalau perlu diasingkan dari dunia luar.
    Kalo sekarang, malah teroris menjadi selebriti di negeri ini.

  7. Ika mengatakan:

    makin cepet mati makin baik biar ga nyusahin negara, kalo cuma tebar teror aja ngapain dikasihani……………………………

  8. lintasmarketing mengatakan:

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com/ akan lebih
    berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi
    mudah.
    Salam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: