RUU PORNOGRAFI


Kontroversi RUU PORNOGRAFI

RUU PORNOGRAFI yang telah memasuki pembahasan akhir setelah mengalami proses panjang pembahasan selama 10 tahun di DPR kini telah memasuki proses akhir pengambilan keputusan (30 Oktober 2008). Adapun RUU tersebut banyak menuai protes dari banyak kalangan baik politisi, seniman, budayawan dan bahkan beberapa Provinsi yang menolak RUU APP mengancam akan memisahkan diri dari Republik Indonesia apabila RUU APP tersebut jadi diberlakukan atau paling tidak pemerintah harus memperhatikan aspirasi mereka dengan memberlakukan Bali sebagai Propinsi dengan Otonomi Khusus, Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga mendukung penolakan UU Pornografi. “Dari dulu masyarakat dan pemerintah Bali menolak UU pornografi,” kata Pastika usai sidang paripurna di gedung DPRD Bali, Jl Kusuma Atmaja Denpasar. Hanya saja Beliau meminta masyarakat Bali untuk bersama-sama mencoba memahami dan mempelajari isi UU Pornografi yang baru saja disahkan DPR RI dengan. Begitu banyak kontroversial yang ditimbulkan akibat pembahasan RUU tersebut semakin menambah coretan tinta hitam Negeri ini yang dikenal sebagai negara yang plural dengan hampir 17.000 pulau memanjang dari Sabang samapai Merauke dan lebih dari 300 ribu jenis budaya dan adat istiadat yang ada mewarnai wajah asli Negeri kita Nusantara yang damai dan permai.

Pada dasarnya RUU APP bukanlah suatu produk yang janggal & kontroversial, namun persoalannya adalah bagaimana mengimplementasikan RUU APP yang telah disahkan menjadi UU Anti Pornografi dan Porno Aksi tersebut kepada masyarakat dikemudian hari agar tidak menjadi anarkis dan bias terhadap kebhinekaan bangsa Indonesia. Apakah UU ini sudah dikaji sedemikian dalamnya sehingga berani mengambil resiko yang bgitu besar mengancam kedaulatan negara kita. Sepertinya para pemimpin negara Indonesia telah mengambil langkah mundur dengan mensahkan RUU APP dengan sudah tidak mempertimbangkan dampak dikemudian hari. Tapi kalau kita mau kaji lebih dalam lagi sepertinya UU APP ini adalah sebagai produk komoditi politis para oknum-oknum yang bertingkah seolah-olah seperti nabi yang diutus Tuhan. bagaimana dengan kasus korupsi di Indonesia yang hampir tidak pernah tersentuh oleh masyarakat luas ? Penegakkan supremasi hukum sudah seperti bahan mainan yang biasa jadi tontonan masyarakat luas, sementara UU APP yang begitu banyak menuai protes karena kontroversial dan mempunyai agenda politik tersembunyi yang diusung didalamnya seperti sesuatu yang harus diperjuangkan sampai titik dsarah penghabisan.

Bagaimana dengan masyarakat Bali, Papua, Kalimantan dan masih banyak lagi suku-suku yang tinggal didaerah pedalaman yang dimana dalam adat istiadat mereka acap kali disalah tafsirkan oleh masyarakat luas sebagai suatu kebudayaan primitif yang harus djauhi bahkan dimusnahkan dari peradaban

8 Fraksi mendukung diberlakukannya RUU APP ini, sedangkan 2 fraksi lagi menolak dengan melakukan aksi walkout pada saat pengambilan keputusan dilaksanakan ( FPDI & FPDS). Menurut Cahyo Kumolo yang adalah Ketua Fraksi FPDI ada pelanggaran pada draft RUU APP terutama pada pasal 4 Menurut FPDIP, salah satu yang dilanggar adalah penjelasan pasal 4 tentang ‘persenggamaan yang menyimpang’. FPDIP menganggap hal itu bertentangan dengan keputusan Depkes dan WHO berkaitan dengan Diagnosis gangguan jiwa III, Selain itu, FPDIP juga menganggap ada pelanggaran substansi lainnya dengan menyeludupkan pengaturan pornoaksi dalam definisi pornografi (pasal 1). Peran masyarakat untuk mencegah pornografi juga dianggap melanggar substansi karena berpotensi menimbulkan anarkis (pasal 14).

Sudah sepantasnya bangsa kita mengubah pandangannya dengan tidak berpikir secara pragmatis, RUU APP sangat tidak layak disahkan, karena sesuatau yang bersifat hak asasi sangat tidak perlu diundangkan tetapi dibutuhkan kesadaran pribadi manusia itu sendiri. Karena penolakan RUU APP ini adalah tidak lepas dari agenda poltik tersembunyi yang di hembuskan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan golongan dan bukan karena makna dari pentingnya menjaga generasi muda Indonesia dari ancaman pornografi, tapi adanya keinginan untuk membawa Indonesia berkiblat pada suatu budaya yang justru sangat berbeda dengan budaya Indonesia.

Lalu bagaimana dengan Angkatan Muda Kristen Indonesia, apakah mendukung atau justru ikut menolak RUU Pornografi yang baru saja disahkan di DPR RI ?

KITAB PENGKHOTBAH

11:6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.
11:7 Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;
11:8 oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.
11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
11:10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

12 : 1

Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”,

Berikut lampiran RUU APP yang telah disahkan menjadi UU APP di DPR RI.

Download : rancangan undang-undang pornografi.pdf

9 Balasan ke RUU PORNOGRAFI

  1. teroris mengatakan:

    gimana mau ngesahin RUU APP,lawong perangkat pejabat kenegaraan yang bertugas ngesahin juga suka porno…..?????
    jangan heran kalau generasi Indonesia makin tahun makin RUSAK dan tak BERMORAL………

  2. teroris mengatakan:

    gimana mau ngesahin RUU APP,lawong perangkat pejabat kenegaraan yang bertugas ngesahin juga suka porno…..?????
    jangan heran kalau generasi Indonesia makin tahun makin RUSAK dan tak BERMORAL………

  3. Admin; mengatakan:

    Iya benar..
    Untuk sekarang ini kita belum bisa melihat apa hasil dari UU Pornografi ini karena semua masih membutuhkan proses yang panjang, apa lagi masih ada banyak pihak yang akan melakukan judicial review terhadap UU ini. Tapi kita tetap menginginkan yang terbaik bagi generasi-generasi muda Indonesia di masa mendatang.

    Bravo taUbat..

    ORA ET LABORA.

  4. taUbat mengatakan:

    Dirasakannya memang bukan sekarang tapi perlu waktu dalam beradabtasi, anak cucu kita yang akan menikmati dari jerih payah generasi kita.

    UU APP ini masih jauh belum selesai, di tingkat Perda pun belum digodok dan disosialisasikan. (perjalnan masih panjang dan jauh)

  5. Admin; mengatakan:

    Shalom taUbat..
    Terima kasih atas komentarnya..

    Disinilah perlu ditinjau kembali kedewasan semua pihak dalam menilai seberapa penting dan urgent RUU Pornografi ini sebenarnya sehingga untuk menggolkannya diDPR sampai memakan waktu yang sangat lama (10 Tahun, red). Satu sisi kita melihat UU ini dibutuhkan untuk menjaga generasi muda Indonesia untuk tidak terjebak dengan kemajuan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat dan mudah diakses kapan pun dan dimana pun.
    Tapi apabila kita melihat kondisi negara kita yang begitu plural UU ini sangat tidak efektif, karena Indonesia bukan bangsa bar-bar yang tidak kenal dengan peradaban, moral dan etika yang berlaku dimasyarakat. Sehingga ada banyak pro dan kontra mengenai RUU ini. Beberapa wilayah propinsi sudah menyatakan tidak akan memberlakukan UU ini didaerah tesebut, bahkan ada yang melemparkan wacana untuk memisahkan diri dari NKRI.
    Apakah ini tujan dari pemberlakuan RUU PORNOGRAFI ?

    Mengenai pansus dan hak angket BBM itu satu hal yang bebeda dari kasus RUU PORNOGRAFI, karena itu menyangkut jaringan mafia minyak internasional yang banyak melibatkan aparatur negara.

  6. taUbat mengatakan:

    @ Admin

    UU APP ADALAH TURUNAN DARI SEMUA KITAB2, JADI TIDAK ADA MASALAH.
    BILA TIDAK SESUAI DAPAT DI AMANDEMENT (UU INI HANYA BUATAN MANUSIA)

    “bayangkan berapa banyak uang rakyat yang mengalir kesana untuk menggolkan suatu RUU menjadi UU ?”

    DIBANDINGKAN DENGAN HAJAT HIDUP ORANG BANYAK, MENGENAI KENAIKAN HARGA BBM DAN PANSUS HAK ANGKET BBM BERAPA BANYAK YANG MENGALIR KESANA, REALISASINYA ?

  7. Admin; mengatakan:

    Shalom,
    Hai Veralda..
    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya dalam artikel RUU PORNOGRAFI
    dalam Weblog GAMKI Jakarta Timur.

    Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita, bahwa untuk membuat suatu undang-undang itu tidaklah mudah dan gampang seperti kita membalikkan telapak tangan. Seperti kita ketahui RUU ini telah lama di godok di DPR (10 tahun) sebelum akhirnya disahkan menjadi UU, bayangkan berapa banyak uang rakyat yang mengalir kesana untuk menggolkan suatu RUU menjadi UU ? tidakkah itu lebih baik digunakan untuk mensubsidi sektor-sektor yang menjadi kelemahan bagi bangsa kita ? Jangankan untuk membuat satu undang-undang, untuk mengubah satu kalimat dalam undang-undang saja sudah bisa menghabiskan banyak anggaran yang sudah jelas dibebankan dari pajak rakyat kita.

    Tapi bagaimana pun juga yang namanya produk atau kebijakkan yang dihasilkan pemerintah pasti akan menuai banyak pro dan kontra. Tapi permasalahannya adalah apakah RUU yang dibahas untuk disahkan menjadi UU tersebut memang layak diberlakukan ? Jangan hanya karena kepentingan sesaat dan kepentingan golongan terlebih lagi karena ada unsur politis yang dikandung didalamnya.

    pemimpin-pemimpin yang berjiwa nasionalis danInilah pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana mengubah paradigma cara berpikir orang-orang yang duduk di legislatif sana supaya tidak pragmatis. Semoga kedepan bangsa ini lebih banyak lagi melahirkan pemimpin-pemimpin yang berjiwa nasionalis dan lebih mementingkan kepentingan nasional Bangsa Indonesia ketimbang perut & akal-akalan mereka untuk menarik simpatik masyarakat.

    ORA ET LABORA,

    GAMKI Jakarta Timur.

  8. veralda mengatakan:

    aduh kebanyakan syarat males bacanya…aku mahasiswi katholik kuliah di univ yayasan katholik.
    Ga tau deh orang2 ini, apa yang mereka pikirkan. tapi buat aku apa yang tertulis dalam INJIL dan UUD 45 sudah cukup untuk mengekang hal-hal berkaitan dengan porno itu tadi , cuma perlu ditegasin. sama seperti miras dan sebagainya.
    Kalo misal di kekang terus, lama2 cewek berenang di kolam renang pake baju renang juga diperkosa lagi, tar yang dihukum ceweknya, padahal tempat penggunaan nya dah bener, pake baju renang di kolam renang.
    yang jelas aku ga setuju
    lagi pula ini memicu masyarakat bodhoh untuk main hakim sendiri.
    thx

  9. veralda mengatakan:

    aduh kebanyakan syarat males bacanya…aku mahasiswi katholik kuliah di univ yayasan katholik.
    Ga tau deh orang2 ini, apa yang mereka pikirkan. tapi buat aku apa yang tertulis dalam INJIL dan UUD 45 sudah cukup untuk mengekang hal-hal berkaitan dengan porno itu tadi , cuma perlu ditegasin. sama seperti miras dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: