The First Thanksgiving – 1621


Pada tahun 1603, Raja James dari Inggris memutuskan untuk menggunakan kekuasaannya atas bidang pemerintahan dan gereja di Inggris, ia menentang orang-orang yang mengajarkan praktek dan ajaran yang sejalan dengan Alkitab dalam Gereja Inggris.

Sekelompok orang Puritan (penganut Protestan abad 16 dan 17) yang dianggap sebagai kelompok separatis tidak mau mendukung Gereja Inggris, mereka percaya bahwa Gerja di bawah kepemimpinan Kristus – bukan raja.

Akibatnya, kelompok separatis yang berkumpul di Scrooby, yang sering kali di cemooh tetangga-tetangga mereka, dibawa ke pengadilan oleh para pejabat, dan dipaksa untuk tidak berbicara lagi mengenai apa yang di ajarkan Tuhan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pindah meninggalkan Inggris ke Belanda supaya mereka dapat menyembah Yesus Kristus dengan bebas. Raja James menolak permintaan mereka untuk meninggalkan Inggris. Tetapi mereka pergi secara diam-diam. Sekelompok orang ditangkap dua kali, karena beremigrasi tanpa ijin pemerintah, dianggap ilegal (kedengarannya seperti kejadian yang terjadi pada negara komunis saat ini).

Di Belanda, sekelompok separatis ini menghadapi kesulitan karena menjadi pengembara di negeri asing. Meskipun menakutkan, mereka terdorong menjadi orang-orang yang “memajukan Injil Kerajaan Allah di bagian dunia yang paling jauh.”

Dalam tahun 1692, mereka menyewa 2 kapal pengembara yang bernama Speddwell dan Mayflower – untuk membawa mereka ke Dunia yang baru. Karena terdapat banyak masalah pada Speedwell akhirnya kapal tersebut ditinggalkan, sehingga 102 penumpangnya dipindahkan memenuhi kapal Mayflower. Setelah menurunkan jangkar di tanjung Cod, mereka semua berlutut dan mengucap syukur kepada Tuhan.

Namun kesulitan merekan belum berakhir, para pengembara membuat konstitusi yang dinamakan Mayflower Compac (perjanjian Mayflower) yang mengenalkan seperangkat peraturan. (Karena tidak semua penumpang yang berangkat ke Amerika adalah Kristen sehingga ada kemungkinan mereka datang dengan motivasi yang berbeda-beda).

Kemudian musim dingin datang, kelaparan dan penyakit memukul kelompok itu, hanya 19 dari 41 laki-laki yang menandatangani perjanjian yang selamat dan 14 dari 18 wanita yang telah menikah meninggal. Pada tahun 1621, setelah menuai panen mereka yang pertama, mereka mengadakan perayaan ucapan syukur kepada Tuhan dengan makan makanan seadanya dan masak kalkun liar.

Setiap tahun, jutaan orang Amerika berkumpul bersama di sekeliling kalkun, mengisi kalkun, dan membuat saus kramberi sebagai ekspresi ucapan syukur kepada Tuhan karena perkara-perkara yang Dia telah sediakan bagi kita. Namun ditengah-tengah perayaan tersebut, marilah kita mengingat mereka yang telah mati dan menderita sehingga generasi-generasi berikutnya dapat menyembah Bapa kita di sorga dengan bebas, khususnya di negara yang sekarang dikenal sebagai negara Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: