Nicholas dari Myra (343 Masehi)


Secara diam-diam Nicholas memberikan sejumlah uangnya pada sebuah rumah untuk mencegah dijualnya dua orang gadis ke rumah pelacuran. Ia menggunakan harta warisannya untuk membantu orang-orang miskin, dan dengan berani mengikuti jejak kaki Kristus. Pernah suatu kali ia merebut pedang seorang pengeksekusi untuk menyelamatkan nyawa seorang tahanan politik. Pendirian jiwa kekristenannya yang berani itu membuat banyak orang membencinya.

Pada tanggal 23 Februari 303 Masehi, Kaisar Diocletian memulai sebuah penganiayaan terhadap orang Kristen yang terlama dan yang paling brutal. Banyak Alkitab dibakar, rumah orang Kristen dirampas dan perabotan rumah tangga mereka dibuang ke jalan-jalan. Begitu banyaknya laki-laki dan perempuan Kristen terbunuh sehingga para pengeksekusi kelelahan dan membuat jadwal bergantian.

Selama tahun-tahun penganiayaan tersebut Nicholas dipenjarakan dan disiksa dengan besi panas. Ia dijepit dengan penjepit besi (tang). Setelah sembuh ia disiksa lagi karena tidak mau menyangkal Yesus adalah Tuhan.

Setelah masa penganiayaan tersebut berakhir, ada seorang pengkhotbah terkenal mengajarkan bahwa Yesus bukan Tuhan. Orang ini menulis sebuah lagu penghujatan terhadap Yesus sehingga banyak orang menyanyikannya di jalan-jalan. Doktrin anti kekristenan ini memecah belah gereja yang ada.

Pada suatu hari ada sebuah konfrensi para pemimpin Kristen, dimana banyak dari mereka yang telah mengalami penyiksaan hadir disana. Dalam konfrensi tersebut pengkhotbah sesat itu menyanyikan sebuah lagu sesat. Nicholas bangkit dan memukul mulut orang tersebut. Mungkin saat itu ia merasa harus melakukan hal yang sama seperti yang telah Yesus lakukan di bait Allah terhadap para pedagang mata uang. Setelah itu Nicholas tidak di ijinkan untuk berkhotbah lagi. Ia menghabiskan tahun-tahunnya dengan mendanai panti asuhan dan melindungi anak-anak miskin.

Beberapa tahun setelah kematiannya, Nicholas di kenal sebagai Santo Nicholas. Namun, kisah kesaksian kekristenannya yang berani terkubur dibalik cerita sepanjang abad tentang seorang bernama “Santa Klaus” (Sinterklas). Dengan kasih yang membungkus dirinya, Nicholas menderita dalam penganiayaan karena ia memilih mengikuti Kristus. Kehidupannya, seperti juga kehidupan kita, merupakan sebuah karunia bagi orang lain dan bagi Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: