Madame Jeanne Guyon


Madame Jeanne Guyon, dilahirkan sebagai anak yang cantik. Ia tinggal dalam keluarga Perancis yang berada. Pada umur 10 tahun, ia menemukan sebuah Alkitab dan menghabiskan seluruh hari-harinya untuk membacanya, ia sering berdoa walau keluarganya menentangnya.

Ketika berumur 15 tahun, ia dinikahkan dengan seseorang yang cacat yang berumur 38 tahun. Ia tidak senang akan hal tersebut dan mencari kebahagiaan dalam kesetiaan kepada Kristus.
Sebagai wanita muda yang cantik, ia terdorong untuk masuk dalam dunia materialistis pada pemerintahan Louis XIV saat itu. Kecantikan dan kecerdasannya menjadikan ia memiliki tempat yang terkemuka dalam masyarakat Paris. Ketika ia belajar untuk semakin mendekatkan diri pada Kristus, wajahnya terkena cacar. Tragedi tersebut membawa ia semakin mendalami kehidupan rohani.

Karena tulisan hasil karyanya, doa-doanya, dan ajaran-ajarannya mengenai pentingnya hidup kudus telah mempengaruhi masyarakat, Raja Louis XIV yang senang berfoya-foya menjebloskan Madame Guyon dalam penjara. Hampir 25 tahun dari hidupnya dihabiskan dalam 4 penjara yang berbeda-beda, termasuk satu periode dalam penjara Bastile.

Selama 7 tahun ia menderita secara fisik karena racun yang diberikan kepadanya oleh musuhnya. Selama berada dalam penjara, ia menuliskan hasil pemikiran dan doanya, ada sekitar 45 volume karya tulisannya. Ia menulis, “Engkau Tuhanku, tambahkan kasih dan kesabaranku dalam penderitaan, seiring dengan penderitaan yang kualami…. Semua kebahagiaan, dan kondisi rohani kita, baik yang sementara maupun yang kekal ada dalam penyerahaan diri kita pada Tuhan. Biarlah Tuhan bekerja dalam kita dan dengan sesuai kehendak-Nya….”

Dalam tulisannya berjudul Experience the Depths of Jesus Christ (Mengalami Kedalaman Yesus Kristus) atau sering juga dinamakan A Short and Very Easy Method of Prayer (Metode doa yang pendek dan sangat mudah), Madame Guyon menulis, “Hasrat Tuhan yang terutama adalah menyatakan diri-Nya kepada kita. Untuk melakukan hal tersebut, Dia memberikan kepada anda anugerah yang berlimpah. Tuhan memberi anda pengalaman menikmati hadirat-Nya…”

Madame Guyon meninggal pada tahun 1717, dalam kedamaian yang sempurna pada saat ia berumur 69 tahun. Kebenaran-kebenaran hasil tulisannya yang berisi tentang hubungannya dengan Yesus Kristus dianggap sebagai tulisan rohani terbaik dan memiliki pengaruh yng sangat luas pada jaman Prancois Fenelon. A Short And Very Easy Method of Prayer dianggap sebagai bahan bacaan yang perlu oleh Whatcman Nee, John Wesley, dan Hudson Taylor.

Kekuatan tulisannya terletak pada kebenaran yang sederhana mengenai sebuah kehidupan bersama Kristus dan dalam memandang bahwa doa dan kekudusan merupakan tanggapan kasih yang diberikan bagi Tuhan. Tulisan dan hasil renungannya terus mempengaruhi orang-orang Kristen selama beratus-ratus tahun kemudian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: