John Lambert (1558 M)


Karena Raja Henry (1509-1547) diharuskan mempunyai seorang keturunan laki-laki untuk menggantikannya, hal tersebut dijadikannya alasan untuk bercerai dan menikah lagi, dan melawan keyakinan Roma yang dianutnya. Pemerintahan Henry bersamaan dengan terjadinya peristiwa yang menggemparkan dunia – gerakan Reformasi Protestan – Peristiwa ini mendorong Henry melakukan penganiayaan atas orang-orang protestan yang menolak doktrin agama yang ditetapkan oleh gereja Inggris saat itu. Ia khawatir bahwa orang-orang tersebut dapat melemahkan kerajaannya.
John Lambert lahir di Inggris awal tahun 1500’an, dan mempelajari bahasa Yunani dan Latin di Cambridge, karena tidak sesuai dengan iklim agamawi dan politik yang bersifat menindas saat itu, ia pergi ke Eropa. Disana ia menghabiskan waktunya bersama dengan William Tyndale. Namun pejabat pemerintahaan Inggris mengantarkannya kembali ke negaranya. Kepala uskup Canterbury menanyakan agama keyakinan dan aktifitasnya. Akhirnya situasi politik berubah dan ia dibebaskan, dan untuk sementara ia dilupakan. Ia tinggal diLondon dan mengajar anak-anak bahasa Yunani dan latin.
Pada tahun 1538, Lambert mendengar sebuah khotbah yang sangat mengusik dirinya. Diam-diam ia mendekati pengkhotbah tersebut dan menanyakan apakah ia bersedia berdiskusi dengannya secara pribadi. Lambert berharap dapat mengubah pikiran pengkhotbah itu berdasarkan Injil. Berita penolakan Lambert tersebar cepat dan terdengar oleh kepala uskup Canterbury. Akhirnya Lambert terpaksa melakukan pembelaan dirinya.
Dengan ditonton banyak orang, Lambert dibawa ke hadapan Raja Henry dan majelis uskup, para pengacara, ahli hukum, dan masyarakat lainnya. Saat ia melakukan pembelan atas pendapatnya, ia diserang karena dianggap kurang ajar terhadap atasannya. Pejabat pemerintahan menekan argumen yang yang dikemukakannya tanpa belas kasihan sampai saat Henry yang mulai lelah mengajukan pertanyaan kepada Lambert, “Setelah semua usaha yang telah kamu lakukan, dan semua alasan dan instruksi yang diajukan orang-orang ini, apakah kamu sudah puas ? manakah yang kamu pilih, hidup atau mati ? apa yang akan kamu katakan ?… ”
Lambert menjawab, “Jiwaku kuserahkan dalam tangan Tuhan, namun tubuhku kuberikan seluruhnya kepada kemurahan hati anda,” Henry mengatakan : “Jika kamu menyerahkan tubuhmu pada penghakimanku, kamu harus mati, karena aku tidak mau menjadi pelindung bagi orang sesat.”
Seperti yang terjadi pada mereka yang dinyatakan sesat sebelumnya, John Lambert juga dijatuhi hukuman dibakar sampai mati.
Seakan-akan kematian dengan cara demikian belum cukup menyiksa, sehingga para pengeksekusi raja berulang-ulang kali mengurangi kayu yang terbakar. Dengan cara demikian Lambert menderita rasa sakit yang lebih lama. Namun Tuhan menjaga iman John Lambert, dan saat kedua tangannya terbakar, ia mengangkatnya untuk menyembah dan berkata, “Tidak ada yang lain selain kristus..!!! Tidak ada yang lain selain Kristus..!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: