John Bunyan (1628-1688)


John Bunyan terkenal karena menulis buku berjudul “Pilgrym’s Progress”. Ia adalah anak seorang tukang pembuat kendi dan teko. Istrinya, Mary, membawa dua buah buku rohani dalam pernikahan mereka, mereka sering kali membaca dan mendiskusikannya bersama-sama. Bahkan mereka pergi ke gereja bersama-sama sebelum istrinya meninggal dan meninggalkan empat orang anak. Saat dua buku tadi menggugah minatnya pada hal-hal rohani, John Bunyan mulai sadar akan dosa-dosanya dan berusaha untuk hidup seturut Tuhan. Setelah tiga tahun berlalu, Bunyan benar-benar memberikan hidupnya untuk Tuhan.

Bunyan bergabung dengan jemaat Nonconformist dimana karunianya untuk berkhotbah digunakan, dan mulai melayani masyarakat sambil bekerja sebagai tukang pembuat kendi dan teko untuk menopang kehidupan keluarganya. Namanya mulai terkenal. Namun, pada tahun 1660 saat Charles II menduduki takhta, kelompok Nonconformist menghadapi penganiayaan. Sebuah surat perintah dikeluarkan untuk menahan Bunya, ia dibawa saat akan mengadakan pertemuan.

Hakim menawarkan Bunyan kebebasan jika dia bersedia untuk tidak lagi berkhotbah, namun dia menolak. Ia berkata bahwa ia lebih suka “tinggal dipenjara sampai lumut bertumbuh dikelopak matanya, dari pada tidak mematuhi Tuhan.” Ia dituntut karena mengadakan pertemuan ilegal dan dijatuhi hukuman enam tahun mendekam dalam penjara Bedford. Saat berada disana, ia membaca Alkitab versi King James dan buku kumpulan cerita para martir, “Book Of Martyr’s” karangan John Foxe’s dan menginjili para tahanan lainnya. Meskipun Bunyan harus berhenti sekolah saat ia masih muda, ia mempelajari buku-buku ini, dan mulai menulis.

Pada tahun 1666, Bunyan dibebaskan, namun beberapa minggu kemudian ia dipenjara lagi karena melakukan penginjilan. Ia menghabiskan enam tahun berikutnya tinggal dalam penjara Bedford, disini ia menulis lebih banyak lagi. Akhirnya ia dibebaskan pada tahun 1672. Saat Raja Charles II mencabut hukum yang menentang kelompok Nonconformist. Bunyan banyak permintaan untuk berkhotbah. Pada tahun 1675, Bunyan ditangkap lagi karena raja mengeraskan hatinya terhadap kelompok Nonconformist. Selama enam bulan berikutnya ia menyusun karya besarnya, Pilgrym’s Progress.

Bunyan tetap berkhotbah sampai ia meninggal pada tahun 1688. Pada waktu berada dalam tahanan, ia sempat menulis, “… Saya tidak berharap penahananku menjadi kebangunan para umat kudus di negara ini. Aku hanya menjalankan komitmenku kepada Tuhan. Sesungguhnya dengan kembali berada dalam tahanan, saya benar-benar bertemu Allah dengan indahnya dalam penjara.”


Catatan :

Nonconformist : Penganut Protestan yang menentang adanya larangan-larangan religius yang diberlakukan oleh Gereja Inggris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: