Definisi Martir


Menurut definisi sekarang ini, seorang martir adalah seseorang yang meninggal karena imannya. Sayangnya, karena definisi ini kita kehilangan arti yang sesungguhnya dan yang dalam mengenai dunia martir.
Santo Agustinus pernah berkata bahwa, “Penyebablah bukan penderitaan, yang menjadikan seseorang menjadi martir yang sejati.” Martir yang dalam bahasa Yunani berarti “Seseorang yang mengingat, dan memiliki pengetahuan tentang kebenaran tersebut.” Secara literal berarti seorang “Saksi.”
Konsep yang berkembang dalam perjanjian baru sebagai seseorang yang dapat memberikan kesaksian mengenai kehidupan dan kuasa Yesus Kristus. “(Yohanes) datang sebagai saksi (marturia) untuk memberikan kesaksian tentang terang itu, supaya oleh Dia semua orang menjadi percaya”- Yohanes 1:17 ; dan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi (martus)-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”- Kisah Para Rasul 1:8

Martir Perjanjian Baru bukan hanya seorang yang menyaksikan kebenaran dan kuasa Yesus Kristus untuk pribadinya, namuh juga seseorang yang diperintahkan untuk memberikan kesaksian itu kepada orang lain, berapapun harga yang harus dibayar. Dalam kisah Para Rasul pasal selanjutnya, kita dapat membaca tentang Stefanus yang dilempari batu. Peristiwa ini menjadikannya sebagai orang pertama yang membayar harga tertinggi karena memberikan kesaksian. Mulai saat inilah kata Martir memiliki arti yang lebih kuat karena seseorang tidak hanya menjadi saksi tetapi karena seseorang juga berkemauan memberikan hidupnya untuk menjadi martir karena alasan memberikan kesaksian.

Sepanjang perkembangan jemaat mula-mula, konsep martir terus berkembang menjadi “Seseorang yang memberikan kesaksian dibawah ancaman ,” dan “Seseorang yang meneladani Kristus.” Saat Pollycarp dibunuh oleh penguasa Roma pada abad kedua (dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup), ia diakui sebagai seseorang yang hidupnya telah menjadi teladan iman dalam Kristus Yesus. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada jemaat di Smirna, Pollycarp diberi gelar sebagai “Martir” sebab meninggal oleh karena imannya.

Kesimpulannya, definisi seorang martir Kristen adalah “Seseorang yang memilih menderita sampai mati dari pada menyangkal Kristus atau karya-Nya; yang mengorbankan sesuatu yang sangat penting untuk melebarkan Kerajaan Allah ; dan, yang bertahan dalam penderitaan yang hebat karena menjadi saksi Kristus.” Saat anda membaca beberapa negara tempat para martir hidup hari ini, berdoalah bagi kondisi rohani dan jasmani mereka supaya mereka dapat menjadi seorang “saksi” sampai pada akhir jaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: